Minggu, 08 Juni 2014

Macam-macam Dan Ciri Pasar

Pengertian Pasar

Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat.

Macam – macam Pasar


Pasar dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis:
A.    Pasar Barang
     Pasar barang adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang. Dibagi menjadi dua:

  • Pasar Barang nyata atau riil ( pasar yang menjual produk dalam bentuk barang yang bentuk dan fisiknya jelas).
  • Pasar Barang Abstrak ( pasar yang menjual produk yang tidak terlihat atau tidak riil secara fisik).


B.    Pasar Jasa / Tenaga
     Pasar jasa adalah pasar yang menjual produknya dalam bentuk penawaran jasa atas suatu kemampuan.
Contoh : pasar jasa seperti pasar tenaga kerja, RumahSakit yang menjual jasa kesehatan.

C.    Pasar Uang dan Modal


  • Pasar Uang

     Pasar Uang adalahpasar yang memperjual belikan mata uang Negara – Negara  yang berlaku di dunia. Disebut juga sebagai pasar valuta asing / valas / Foreign Exchange / Forex.
     Contohnya adalah transaksi forex di BEJ, BES, agen forex, di internet, dll.


  • Pasar Modal

     Pasar Modal adalah pasar yang memperdagangkan surat –surat berharga sebagai bukti kepemilikan suatu      perusahaan bisnis atau kepemilikan modal untuk diinvestasikan sesuai dengan kesepakatan yang telah            dibuat.
     Contohnya seperti saham, reksadana, obligasi perusahaan swasta dan pemerintah, dan lain sebagainya

 D.   Pasar Luar Negeri

      Pasar luar negeri menggambarkan hubungan antara permintaan dalam negeri akan produk impor dan penawaran keluar negeri berupa produk ekspor.


Ciri - ciri pasar :

Ciri-ciri berdasarkan jenis pasar :

A.    Pasar Persaingan Sempurna
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna :
·      Produsen dan Konsumen memiliki informasi yang sempurna.
·      Produk yang dihasilkan seorang produsen relative kecil dibanding dengan barang di pasar (industri).
·      Produsen tidak dapat mempengaruhi harga.
·      Produsen dan konsumen bebas keluar masuk pasarTidak ada campur tangan pemerintah

B. Pasar Monopoli
    Pasar monopoli terjadi jika hanya ada 1 penjual di pasar tanpa ada pesaing langsung, tidak langsung, baik nyata maupun potensial.
Ciri-ciri pasar monopoli :
·  Hanya ada satu penjual barang atau jasa.
·  Produk yang dijual sangat unik, dan tak mungkin dapat digantikan dengan barang lain (tak mungkin disubstitusikan), sehingga pembeli harus membelinya dari pemegang monopoli.
·  Pemegang monopoli dapat mengendalikan harga barang dan jasa yang dijual, karena sepenuhnya ia menjadi produsen barang dan jasa itu.
·  Monopoli lazimnya timbul karena ada rintangan yang diciptakan di pasar, sehingga hanya perusahaan pemegang monopoli saja yang bisa masuk ke dalam pasar.
·  Pemegang monopoli tak tergantung pada keperluan promosi.

C. Pasar Persaingan Monopolistik
Ciri-ciri pasar persaingan monopolistik :
·      Terdapat banyak penjual atau produsen
·      Adanya diferensiasi produk.
·      Produsen dapat mempengaruhi harga
·      Produsen dapat keluar masuk pasar
·      Promosi penjualan harus aktif

D. Pasar Oligopoli
Ciri-ciri pasar oligopoli :
·      Terdapat beberapa penjual
·      Barang yang dijual homogen atau beda corak
·      Sulit dimasuki perusahaan baru
·      Membutuhkan peran iklan
·      Terdapat satu market leader (pemimpin pasar)
·      Harga jual tidak mudah berubah


Sumber :
http://romaadja19.blogspot.com/2013/05/macam-macam-pasar.html
http://softskilltask.wordpress.com/category/teori-organisasi-umum-2/

Kamis, 01 Mei 2014

Ilana Tan

  Ilana tan adalah seorang novelis Indonesia yang sangat berbakat & salah satu novelis favorit saya, tidak banyak yang saya ketahui tentang asal-usul novelis tersebut karena diapun tidak menulis biografi di setiap novel-novelnya tidak seperti novelis yang lain. Novelis yang satu ini tidak suka dengan publikasi, terutama menyangkut privacy nya, seperti yang dikatakannya pada salah satu majalah yang menghubunginya lewat telepon 'Karya-karya ku saja yang dipublikasikan, jangan diriku. Aku grogi kalau berhadapan dengan media'. Inilah yang semakin membuat orang penasaran akan sosok Ilana Tan sebenarnya.
  Sampai saat ini Ilana sudah menghasilkan 5 novel, 1 cerpen gabungan dengan novelis lain dan 1 buku kumpulan kutipan dari novel tretaloginya. Karya yang paling unik adalah tetralogi 4 musim yaitu Summer In Seoul, Autumn In Paris, Winter In Tokyo dan Spring In London, keempatnya disajikan dengan latar belakang dan kisah yang berbeda tapi tokoh di dalamnya saling terkait antara 1 novel dengan lainnya. Dan uniknya lagi tokoh utama di 4 novel tersebut semua nya blasteran Indonesia.
  Karya pertama nya yaitu Summer In Seoul bercerita tentang gadis blasteran Korea-Indonesia bernama Sandy yang terlibat dengan salah satu artis bernama Jung Tae Woo dengan meminta Sandy untuk berpura-pura menjadi pacarnya, seiring berjalan nya waktu perubahan rasa itu pun ada. Namun mereka tidak menyadari kebenaran 4 tahun yang lalu sedang mengejar mereka.
  Karya keduanya yaitu Autumn In Paris bercerita tentang gadis blasteran Paris-Indonesia bernama Tara Dupont yang merupakan sepupu dari Sandy, gadis ini tidak pernah jatuh cinta sebelumnya sampai dia bertemu Tatsuya Fujisawa tanpa mengetahui kebenaran mereka di masa lalu. Ini merupakan novel yang paling mengesankan karena endingnya yang tak terduga.
  Karya Ketiganya yaitu Winter In Tokyo menceritakan tentang seorang gadis blasteran Jepang-Indonesia bernama Keiko Ishida yang memiliki cinta pertama yang ditunggunya dari kecil. Kedatangan tetangga barunya yaitu Nishimura Kazuto telah mengubah hari-hari Keiko, dan dia tidak menyadari ada sesuatu pada diri Kazuto.
  Karya Keempatnya, novel terakhir dari novel tetraloginya yang berjudul Spring In London bercerita tentang Naomi Ishida yang merupakan kembaran dari Keiko Ishida. Ada seorang pria yang tidak disukainya yaitu Danny Jo, padahal Danny adalah seorang pria yang baik. Danny sendiri penasaran kenapa Naomi terus menjauhinya seperti wabah penyakit sedangkan mereka harus bekerja sama dalam pembuatan musik video.
  Novel kelima nya berjudul Sunshine Becomes You berlatar di Amerika dan menceritakan tentang Mia Clark yang tidak sengaja jatuh dari tangga dan menimpa seorang pianis terkenal bernama Alex Hirano hingga membuat pianis tersebut mengalami patah tangan, karena merasa bersalah Mia menawarkan untuk mengurus keperluan rumah Alex sedangkan Alex sendiri menganggap Mia sebagai malaikat kegelapannya, ending dari novel ini pun tidak terduga. Berdasarkan info yang saya dapatkan, novel ini akan di film kan dan sekarang dalam proses syuting langsung di Amerika. Semoga film & pemainnya tidak mengecewakan :)
  Dari 5 novel di atas, yang paling saya sukai adalah Summer In Seoul, mungkin karena saya yang memang menyukai kdrama. Novel Ilana Tan yang pertama kali saya baca adalah Winter In Tokyo dari seorang teman saya, setelah selesai membaca nya saya langsung menyukai Ilana karena gaya bahasanya yang mampu menarik pembaca hingga membuat pembacanya terus penasaran dengan halaman selanjutnya. Sampai saat ini saya juga masih menunggu karya-karya dari Ilana. Sekian review saya tentang novelis favorit saya yaitu Ilana Tan :)

Teori/tingkah laku produsen

Perilaku konsumen muncul karena adanya keterbatasan pendapatan dan keinginan untuk mengkonsumsi suatu barang dan jasa sehingga diperoleh kepuasan maksimal. Perilaku produsen pada dasarnya menjelaskan bagaimana produsen mendayagunakan sumber daya yang ada (uang) dalam memuaskan keinginan atau kebutuhan dari suatu atau beberapa produk. Dalam teori perilaku produsen ini dapat dianalisis dengan beberapa cara, yaitu :
A. Pendekatan Kardinal
Pendekatan nilai guna (Utility) Kardinal atau sering disebut dengan teori nilai subyektif : dianggap manfaat atau kenikmatan yang diperoleh seorang konsumen dapat dinyatakan secara kuantitif / dapat diukur, dimana keseimbangan konsumen dalam memaksimumkan kepuasan atas konsumsi berbagai macam barang, dilihat dari seberapa besar uang yang dikeluarkan untuk membeli unit tambahan dari berbagai jenis barang akan memberikan nilai guna marginal yang sama besarnya. Oleh karena itu keseimbangan konsumen dapat dicari dengan pendekatan kuantitatif.
B. Pendekatan Ordinal
Pendekatan nilai guna ordinal atau sering juga disebut analisis Kurva indeference : manfaat yang diperoleh masyarakat dari mengkonsumsikan barang-barang tidak kuantitif / tidak dapat diukur. Pendakatan ini muncul karena adanya keterbatasan - keterbatasan yang ada pada pendekatan cardinal, meskipun bukan berarti pendekatan cardinal tidak memiliki kelebihan.

  • BIAYA PRODUKSI
Biaya produksi merupakan biaya dari semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk mendapatkan faktor-faktor produksi dan bahan baku yang akan digunakan untuk menghasilkan suatu produk.Biaya produksi dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :a. Biaya tetap (Fixed Cost)Biaya tetap adalah biaya yang jumlahnya tetap, tidak tergantung pada besar kecilnya kapasitas produksi. Contohnya biaya gaji karyawan, biaya sewa gedung dan biaya penyusutan.b. Biaya Variabel (Variable Cost)Pengertian biaya secara luas adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dengan satuan uang untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang jumlahnya berubah sesuai dengan perubahan kapasitas produksi. Contohnya biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

  • CARA MENENTUKAN LABA/KEUNTUNGAN

Untuk menghitung laba maka diperlukan pembagian waktu tutup buku (waktu menghitung untung/laba) misalnya setiap sebulan sekali, tiga bulan sekali atau enam bulan sekali dan dilakukan secara konsisten. Waktu tutup buku ini diperlukan agar waktu yang dicurahkan untuk pendokumentasian tidak berlarut-larut yang akhirnya menyita tempat, selain itu untuk menjaga kelengkapan dan keakuran data. Setelah waktu tutup buku disepakati baru kemudian ke langkah pendokumentasian dan perhitungan laba.
Langkah-langkahnya terbagi tiga, Langkah Inventarisir, Langkah Pendokumentasian (Langkah Harian) dan Langkah Tutup Buku (Langkah Periodical).
Langkah Inventarisir sebagai berikut :
1. Langkah paling awal adalah Inventarisir barang yang ada saat awal dimulainya sistem ini, misalnya waktu tutup buku ditetapkan 3 bulan dari 1 januari s/d 31 maret 2013, maka lakukan penghitungan fisik barang dagangan pada pagi hari sebelum warung buka pada tanggal 1 januari 2013 atau pada tanggal 31 desember 2012 saat warung tutup.
2. Menutup usaha saat penghitungan fisik akan lebih baik untuk mendapatkan perhitungan yang akurat, dan  bisa dibuka kembali saat penghitungan selesai.
3. Buat catatan dalam selembar kertas beri judul ‘Saldo Awal Barang Dagangan 1 Januari 2013’, buat kolom-kolom bergaris pada kertas tersebut berisi, No, Nama Barang, Jumlah Unit, Harga satuan dan Jumlah Rupiah.
4. Harga satuan penghitungan fisik bisa didapat dari bon-bon pembelian yang ada (sebelum waktu penghitungan fisik) dan dibuat rata-rata per barang, jika memang tidak dilengkapi bon maka gunakan harga beli yang wajar (umum) pada saat dilakukan penghitungan fisik. Contoh penghitungan untuk harga satuan yang diisikan bisa dilihat pada ‘Langkah Periodical – No. 1 & 2”.

Langkah Pendokumentasian (Langkah Harian) sebagai berikut :
1. Semua pembelian harus disertai bukti (bon), yang di dalamnya berisi rincian tanggal, nama toko penjual, nama barang, jumlah unit, harga satuan dan jumlah pembelian. Untuk pembelian tanpa bon bisa dibuat dalam secarik kertas kecil berisi rincian spt diatas.
2. Bon-bon pembelian di simpan dalam tempat khusus dan diusahakan bon ditumpuk sesuai tanggal   pembelian. Bon-bon yang sudah tidak terpakai karena telah tutup buku bisa disingkirkan dalam tempat tersendiri.
3. Pembelian yang dilengkapi bon dilakukan konsisten dimulai pada awal periode tutup buku, misalnya untuk tutup buku 3 bulan dari januari s/d maret 2013, maka pembelian disertai bon dimulai tanggal 1 januari.
4. Semua penjualan dicatat dalam buku khusus penjualan, di dalamnya berisi tanggal, nama barang, jumlah barang yang dijual, harga satuan dan jumlah rupiah penjualan per barang. Pencatatan dilakukan setiap terjadi transaksi penjualan untuk mencegah kealpaan, namun dalam kondisi tertentu untuk menyingkat waktu bisa dilakukan pada selembar kertas coretan singkat sementara, bisa berbentuk kode-kode tertentu untuk jenis barang tertentu juga kode tertentu untuk harga tertentu.
5. Pencatatan penjualan dimulai saat awal waktu tutup buku, misalnya untuk tutup buku 3 bulan dari januari s/d maret 2013, maka pencatatan dimulai tanggal 1 januari s/d 31 maret 2013. Untuk usaha yang telah berjalan, penjualan sebelum tanggal 1 januari 2013 tidak berlaku.

Langkah Tutup Buku ( Langkah Periodical) sebagai berikut :
1. Kumpulkan semua bon pembelian dan kertas berjudul ‘Saldo Awal Barang Dagangan 1 Januari 2013’
2. Buat perhitungan Harga Pokok Persediaan per nama barang dalam selembar kertas, kemudian pada kertas tersebut buatkan kolom-kolom nomor urut, tanggal, nama barang, harga satuan jumlah unit dan total harga. Isikan kolom tersebut  berdasar nama barang yang dibeli selama periode (misalnya dari januari s/d maret 2013) dan saldo awal barang dagangan secara urut tanggal, lalu jumlahkan jumlah unit & Rupiah masing-masing nama barang.  
Contoh :   Misalkan tutup buku     adalah  3  bulan sekali dan tutup buku yang pertama adalah tgl 31 maret 2013 (untuk periode 1 januari s/d 31 maret 2013).
Misalkan terdapat data-data untuk barang Rokok Asyek :
-       Saldo awal 1 januari 2013 . . . . . .12 unit  @ Rp. 10.000    = Rp. 120.000
-       Pembelian tgl 5 februari 2013 . . . . 7 unit  @ Rp.   9.500   = Rp.  66.500
-       Pembelian tgl 24 Maret 2013 . . . .15 unit   @ Rp. 11.000    = Rp. 165.000

Maka perhitungan harga pokok per nama barang untuk Rokok Asyek sebagai berikut :
No.            Tanggal         Nama Barang         Jml Unit            Hrg Satuan        Jumlah (Rp.)    
1             1 Jan 2013       Rokok Asyek              12                  10.000               120.000
2            5  Feb 2013       Rokok Asyek               7                    9.500                 66.500
3           24 Mar 2013       Rokok Asyek              15                  11.000               165.000            
             Jumlah total . . . . . . . . . . .               34                                           351.500 

  • Hitung harga pokok persediaan perunitnya dengan cara membagi jumlah total Rupiah dengan jumlah total unit yang dibeli per nama barang. Dari contoh diatas harga pokok perunit untuk Rokok Asyek   adalah Rp. 351.500 : 34 = Rp. 10.338. 
  •  Hitung harga pokok persediaan per unit barang untuk seluruh barang yang dibeli selama 3 bulan menurut nama barang seperti contoh di atas.
  • Kumpulkan catatan penjualan selama januari s/d maret. Buat perhitungan harga pokok penjualan dalam secarik kertas, kemudian pada kertas tersebut buatkan kolom-kolom nomor urut, tanggal, nama barang, jumlah unit, harga satuan dan total harga. Isikan kolom tersebut berdasar nama barang (sama spt membuat perhitungan harga beli). 
Contoh : 
Terdapat 2 penjualan selama 3 bulan untuk rokok asyek dengan perincian :

No.       Tanggal            Nama Barang                Jml Unit            Hrg Satuan        Jumlah (Rp.)    

1          20 Jan 2013       Rokok Asyek                   10                  15.000              150.000

2          27 Mar 2013       Rokok Asyek                   11                  15.000              165.000
            Jumlah Total . . . . . . . . . . . . .              21                                          315.000

  • Hitung harga pokok penjualan per nama barang. Dari contoh diatas terdapat penjualan rokok asyek sebanyak 21 unit dengan jumlah penjualannya Rp. 315.000, maka Harga Pokok Penjualannya adalah jumlah unit yang terjual dikalikan dengan harga pokok persediaan per unit barang atau 21 x Rp. 10.388 = Rp. 218.148.
  • Hitung Harga Pokok Penjualan untuk semua barang. Dari perhitungan nomor 6 buat untuk semua barang lalu jumlahkan, maka akan diperoleh Harga Pokok Penjualan untuk periode tersebut.
  • Hitung Laba Kotornya,  Laba  Kotor =  Penjualan –Sumber Harga  Pokok  Penjualan,  Untuk   rokok   asyek Penjualannya adalah Rp. 315.000 dan Harga Pokok Penjualannya Rp. 218.148, Maka Laba Kotor Rokok Asyek adalah Rp. 315.000 – Rp. 218.148 = Rp. 96.852.
  • Buatlah Laba kotor untuk semua barang seperti contoh diatas, lalu jumlahkan maka akan diperoleh Laba Kotor selama januari s/d maret 2013.
  • Untuk menghitung Laba Bersihnya maka kumpulkan semua biaya selain pembelian barang dagangan selama 3 bulan lalu jumlahkan. Laba bersih = Laba Kotor – Biaya Usaha, maka Laba Kotor dikurang biaya usaha hasilnya adalah Laba Bersih.

Sumber :
http://softskilltask.wordpress.com/2014/04/24/teori-dan-tingkah-laku-produsen/
http://www.pojokpedia.com/jenis-jenis-biaya-produksi-dalam-permodalan-dan-pembiayaan-usaha/
http://ngabdulah.blogspot.com/2013/04/menghitung-laba-usaha-kaki-lima.html

Sabtu, 05 April 2014

Sistem Perekonomian Indonesia

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.

Sistem Perekonomian Indonesia
Setiap negara menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda terutama Indonesia dan Amerika serikat , dua negara ini pun menganut sistem ekonomi yang berbeda. Awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, yang mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.
Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Namun sistem ekonomi ini hanya bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia. Berikut sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia dari masa Orde Baru hingga sekarang

SEJARAH SISTEM EKONOMI INDONESIA

Sistem ekonomi adalah cara manusia melaksanakan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan kepuasan pribadinya. Keadaan perekonomian negara-negara berkembang saat ini tidak lepas dari pengaruh :
  1. Sistem perekonomian dan pola pembangunan ekonomi yang diterapkan.
  2. Pembangunan infrastuktur fisik dan sosial.
  3. Tingkat pembangunan yang telah dicpai pada masa penjajahan.
Indonesia sebagai negara yang pernah dijajah oleh 4 negara yaitu, Portugis, Inggris, Belanda, dan Jepang pasti secara langsung atau tidak langsung mendapat pengaruh dari negara-negara tersebut. Tetapi faktor yang sangat menentukan keberhasilan ekonomi bukan warisan dari negara penjajah, melainkan tergantung dari rezim pemerintah yang berkuasa dan kebijakan serta sistem ekonomi yang diterapkan negara tersebut.

Dasar politik perekonomian Indonesia terpancang dalam UUD 1945 pasal 33 yang berbunyi :“Perekonomian Indonesia berdasarkan atas asas kekeluargaan.”. Dalam  penjelasan pasal 33 UUD 1945 itu tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau kepemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran orang-perorangan. Bangun usaha yang sesuai dengan usaha bersama bedasarkan azas kekeluargaan ialah koperasi. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajathidup orang banyak harus dikuasai oleh Negara. Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak yang boleh berada di tangan orang-perorangan. Sistem ekonomi di Indonesia dijalankan berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan GBHN.

Sejarah perekonomian Indonesia di bagi menjadi tiga (3) orde, yaitu Perekonomian Orde Lama (sebelum 1966), orde baru ( 1966-1998), dan Ekonomi Orde Referensi (1998 s/d 2009), yaitu :

  1. Ekonomi Orde Lama (sebelum 1966)
Setelah kemerdekaan 1945, keadaan ekonomi Indonesia sangat buruk sekali, ekonomi nasional mengalami stagplasi akibat pendapatan penduduk Jepang, perang dunia ke II, perang revolusi dan akibat manajemen ekonomi makro yang sangat jelek. Tahun 1945-1956 Indonesia menerapkan sistem politik demokrasi liberal, kekuasaan ada di tangan sejumlah partai politik dan sering terjadi konflik yang menyebabkan kehancuran perekonomian nasional. Setelah terjadi transisi politik ke sistem ekonomi atau demokrasi terpimpin (1957-1965), dimana kekuasaan militer dan presiden sangat besar. Sistem politik dan ekonomi semakin dekat dengan haluan dan pemikiran sosialis/komunis. Keadaan ekonomi Indonesia terutama setelah dilakukan nasionalisasi terhadap perusahaan-perusahaan asing menjadi lebih buruk dibandingkan keadaan ekonomi semasa penjajahan Belanda. Keadaan ini membuat Indonesia semakin sulit mendapatkan dana dari negara-negara barat, baik dalam bentuk pinjaman maupun PMA. Dan untuk membiayai rekonstruksi ekonomi dan pembangunan Indonesia sangat membutuhkan dana yang cukup besar. Pada September 1965 terjadi kudeta G 30S PKI, yang meyebabkan terjadi perubahan politik yang sangat besar juga mengubah sistem ekonomi yang dianut Indonesia dari sosialis ke semi kapitalis yang mengakibatkan kesenjangan ekonomi semakin besar.

  1. Ekonomi Orde Baru (1966-1998)
Pada maret 1966 Indonesia memasuki pemerintahan orde baru dan perhatian lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan ekonomi dan sosial, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berdasarkan system ekonomi terbuka sehingga dengan hasil yang baik membuat kepercayaan pihak barat terhadap prospek ekonomi Indonesia. Sebelum rencana pembangunan melalui Repelita dimulai, terlebih dahulu dilakukan pemulihan stabilitas ekonomi, social, dan politik serta rehabilitasi ekonomi di dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga menyusun Repelita secara bertahap dengan target yang jelas, IGGI juga membantu membiayai pembangunan ekonomi Indonesia. Dampak Repelita terhadap perekonomian Indonesia cukup mengagumkan, terutama pada tingkat makro, pembangunan berjalan sangat cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata pertahun yang relative tinggi. Keberhasilan pembangunan ekonomi di Indonesia pada dekade 1970-an disebabkan oleh kemampuan kabinet yang dipimpin presiden dalam menyusun rencana, strategi dan kebijakan ekonomi, tetapi juga berkat penghasilan ekspor yang sangat besar dari minyak tahun 1973 atau 1974, juga pinjaman luar negeri dan peranan PMA terhadap proses pembangunan ekonomi Indonesia semakin besar. Akibat peningkatan pendapatan masyarakat, perubahan teknologi dan kebijakan Industrialisasi sejak 1980-an, ekonomi Indonesia mengalami perubahan struktur dari Negara agrarsi ke Negara semi industri.

  1. Ekonomi Orde Referensi (1998 sampai sekarang)
    1. Pemerintahan BJ Habibie (1998)
Sejak juli 1997 rupiah mulai tidak stabil dan mulai menggoncang perekonomian nasional. Pada oktober 1997 Indonesia meminta bantuan keuangan IMF, nilai tukar rupiah terus melemah dari awalnya Rp. 2.500 per dollar AS sampai mencapai Rp. 15.000 per dollar AS, hal ini menyebabkan terjadinya krisis ekonomi di Indonesia yang akhirnya juga memunculkan krisis politik ditandai dengan turunnya presiden Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 digantikan oleh wakilnya BJ Habibie.

    1. Pemerintahan Abdurrahman Wahid / Gusdur (1999)
Ketidakstabilan politik dan sosial yan tidak kunjung surut selama pemerintahan Gusdur menaikkan tingkat country risk Indonesia. Hal ini ditambah semakin buruknya hubungan antara pemerintah Indonesia dengan IMF, membuat pelaku-pelaku bisnis termasuk investor asing enggan melakukan kegiatan bisnis atau menanam modalnya di Indonesia. Akibatnya perekonomian nasional pada masa Gusdur tahun 2001 cenderung lebih buruk daripada pemerintahan Habibie bahkan bias membawa Indonesia ke krisis kedua yang dampaknya terhadap ekonomi, sosial dan politik akan jauh lebih besar daripada krisis tahun 1997.

    1. Pemerintahan Megawati (2001)
Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati menghadapi keterpurukan kondisi ekonomi yang ditinggal Gusdur seperti tingkat suku bunga, inflasi saldo neraca pembayaran dan deficit APBN. Di masa ini direalisasikan berdirinya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), tetapi belum ada gebrakan konkrit dalam pemberantasan korupsi. Padahal keberadaan korupsi membuat banyak investor berpikir dua kali untuk menanamkan modal di Indonesia, dan mengganggu jalannya pembangunan nasional. Pada pemerintahan Megawati mulai tahun 2002 dan di tahun 2003 kondisi makro ekonomi semakin membaik yakni inflasi, tingkat suku bunga turun, kurs rupiah stabil, stabilitas politik tercipta dan roda perekonomian dapat roda perekonomian dapat bergerak kembali.

    1. Pemerintahan SBY 2004 sampai sekarang
Kebijakan presiden SBY adalah mengurangi subsidi BBM, atau dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan, serta bidang-bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan lain yaitu Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin, PNPM Mandiri dan Jamkesmas. Bank Indonesia menetapkan empat kebijakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini, yakni BI rate, nilai tukar, operasi moneter dan kebijakan makroprudensial untuk pengelolaan likuiditas, serta makroprudensial lalu lintas modal.

DASAR HUKUM EKONOMI NASIONAL INDONESIA


Pancasila adalah suatu dasar Negara yang merupakan sebagai suatu visi bangsa. Sekarang , relevansi Pancasila debagai visi bangsa mulai terlihat. Perjalanan bangsa selama masa reformasi memberi pelajaran berharga bahwa segala jerih payah dalam menata kehidupan politik dan ekonomi teryata tetap membutuhkan visi masa depan. Apabila kita mengabaikan Pancasila sebagai satu – satunya commun platform kita justru tidak akan dapat merumuskan visi itu ( As’ad said ali. 2010: 78-79). Sudah jelas di katakana bahwa Pancasila adalah suatu cita –cita suatu bangsa yang ingin di wujudkan bagsa  Indonesia yang adil, makmur dan sejahtera. Kata kunci yang di ambil dalam pergerakan Ekonomi Indonesia adalah pada sila ke tiga yaitu Persatuan Indonesia. Oleh karena itu Indonesia harus bisa bersatu secara demokrasi merumuskan perekonomian suatu bangsa dengan cara kekeluargaan agar seluruh aspek rakyat Indonesia bisa terjamah seluruhnya tanpa membedakan si kaya dan si miskin.
Kesejahteraan. Itulah kata yang akan selalu kita ingat bila kita berbicara Koperasi di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Kata – kata itu akan selalu muncul bahwa cita cita gerakan ekonomi adalah untukkesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa pada umumnya. Maka dengan kesehteraan ini  bangsa Indonesia bisa dengan bangga dan bisa memberikan apa yang di butuhkan suatu Negara kepada rakyatnya.
Ekonomi Kerakayatan. Dua kata ini adalah suatu konsep ekonomi untuk Indonesia yang di cetuskan oleh Bung Hatta sebagai suatu ranah gerakan Ekonomi Indonesia untuk kepentingan Rakyat. Ekonomi Kerakayatn ini suatu lambang Demokrasi Ekonomi untuk Indonesia dimana Ekonomi di atur secara Demokrasi oleh rakyat secara bersama dengan berasaskan kekeluaragaan yang  ini di sebut dengan Koperasi.
Pasal 33 ayat 1 berbunyi : perkonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan”. Maksud dari pasal ini adalah Koperasi yang menjadi suatu ranah Ekonomi Indonesia yang sesuai dengan kepribadian suatu bangsa Indonesia. Dengan koperasi inilah Indonesia bisa melaksanakan sistem Ekonomi Nasional untuk mewujudkan kesejahteraan Nasional.
Pasal 33 ayat 2 berbunyi “ Cabang – cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasi hajat hidup orang banyak di kuasi oleh Negara”. Teryata dalam bunyi pasal ini tidak secara tegas di laksankan oleh bangsa Indonesia,cabang –cabang ekonomi yang penting teryata masih leluasa di kuasi oleh para kapital yang membentuk  PT  yang seharusnya di kuasi Negara malahan di kelola secara Individulaisme seperti  PT Pertamina, PT Kereta Api Persero dan lain sebagainya.
Pasal 33 ayat 3 berbunyi “ bumi air dan kekeayaan alam yang terkandung di dalamnya di kuasi oleh Negara dan dipergunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran rakyat”. Melihat dalam kenyataanya perusahaan hasil bumi yang seharusnya untuk  keperluan hajat hidup orang banyak belum di kuasi sepenuhnya oleh Negara, tetapi masih tetap berjalan di kelola oleh rakyat Indonesia dengan tidak secara kolektif. Inikah Indonesia yang tidak menaati suatu Dasar Negaranya sendiri.
Pasal 33 ayat 4 berbunyi  “ perekonomian nasional di selenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan manjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional”. Sudah jelas sekali ekonomi Indonesia adalah Koperasi. Wujud dari Pasal 33 ini adalah di tujukan intuk Koperasi agar menjadi suatu gerakan Ekonomi Nasional agar bisa mensejahterakan rakyat dan menuju Ekonomi Nasional yang maju, tetapi kenyataanya Indonesia belum bisa melaksakan semua itu semua. Inilah suatu bentuk kejelekan Indonesia yang mengakibatkan Indonesia belum bisa menjadi Negara yang maju.
Koperasi di Indonesia yang di bumingkan dan di rumuskan dalam suatu UUD dasar ternyata belum bisa di pahami sepenuhnya oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itu segeralan kita wujudkan Indonesia ini agar bisa sesuai dengan visi suatu Negara agar Indonesia bisa mewujudkan cita –citanya untuk kesehateraan rakyat Indonesia dan untuk kemakmuran Nasional. Mari kita galakakan dan wujudkan Indonesia dengan sistem Koperasi.


Sumber :
http://arijatmika.blogspot.com/2012/06/dasar-hukum-ekonomi-nasional-indonesia.html
http://herildagultom.blogspot.com/2011/03/sejarah-sistem-ekonomi-indonesia.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian
http://sistempemerintahan-indonesia.blogspot.com/2014/02/sistem-ekonomi-di-indonesia.html

Kamis, 03 April 2014

Drama 'Man From The Star'

    Man from the star atau judul lainnya bernama My Love From The Star merupakan salah satu drama Korea yang berhasil meraih rating tertinggi, kesuksesan drama ini tidak hanya terlihat di Korea saja tapi juga di luar Korea termasuk Indonesia. Drama bergenre romantis, fantasi & komedi ini memang mudah memancing minat yang menonton karena selain karakter unik dari tiap pemain juga jalan cerita yang membuat orang terus penasaran bagaimana kelanjutan ceritanya. Drama ini tidak hanya berisi tentang cinta tapi juga keluarga dan persahabatan.
   Man from the star menceritakan tentang seorang alien tampan yang memiliki kekuatan super bernama Do Min Joon (Kim Soo Hyun) yang sudah tinggal di bumi selama 400 tahun yang lalu pada masa dinasti JoSeon. Empat abad kemudian ia jatuh cinta dengan seorang aktris top yang memiliki sifat angkuh bernama Cheon Song Yi (Jun Ji Hyun).
    Do Min Joon yang ingin kembali ke tempat asalnya harus bersabar karena planet asalnya bisa mendekati bumi dalam waktu 404 tahun sekali, untuk itu ia tinggal di bumi selama 400 tahun lamanya. Awal kedatangannya ke bumi, ia bertemu dengan seorang gadis kecil yang nyaris jatuh ke jurang dan berhasil diselamat kan olehnya, semenjak itu ia menjadi orang terdekat gadis itu apalagi setelah percobaan pembunuhan kepada gadis itu oleh mertuanya. Sayangnya ketika Do Min Joon dalam keadaan lemah dan tidak mampu mengeluarkan kekuatannya, gadis kecil yang ia lindungi itu justru meninggal karena melindungi Do Min Joon, itu pertama kalinya Do Min Joon melihat manusia meninggal.
   Cheon Song yi, seorang aktris top yang memiliki sifat angkuh & selalu penuh dengan skandal. Awal pertemuannya dengan Do Min Joon yaitu ketika Cheon Song Yi baru pindah ke sebuah apartemen, mereka ingin menaiki lift dan dengan percaya dirinya Cheon Song Yi menuduh Do Min Joon sedang mengikutinya bahkan mengira Do Min Joon ingin tanda tangan & berfoto dengannya, ketika ia sedang memarahi Do Min Joon panjang lebar karena alasan yang dia duga sendiri akhirnya ia ditinggal pergi oleh Do Min Joon yang ternyata tinggal bersebelahan dengan apartemen baru nya Cheon Song Yi.
    Pemain dalam film ini sangat menjiwai perannya & inilah yang membuat penonton semakin tertarik, dengan karakter Cheon Song Yi yang meskipun angkuh, elegan tapi konyol. Tapi dalam drama ini pemain yang paling saya sukai ialah Bok Ja yang merupakan teman baiknya Song Yi & pemilik toko buku yang tidak kalah konyolnya dari Song Yi. Bagian yang paling saya suka dari film ini ketika Bok Ja terpesona ketika melihat Do Min Joon, adiknya Cheon Song Yi dan Lee Kwi Hyung (sahabat Song Yi) dengan memakai backsound Destiny serta efek angin yang semakin membuat orang geli melihatnya, berikut salah satu cuplikan ketika ia terpesona melihat Lee Kwi Hyung


     Sangking terkenalnya drama ini, salah satu media sosial yaitu LINE sampai merilis stiker My Love From The Star yang diperankan oleh Brown sebagai Do Min Joon, dan Chony sebagai Cheon Song Yi, juga ada stiker khusus masing-masing dari mereka berdua. Sekian review singkat saya tentang drama Man From The Star.


Sumber :
http://bukusinopsis.blogspot.com/2013/11/drama-korea-man-from-starsyou-who-came.html
http://simplesyrupblog.blogspot.com/2014/03/quotes-dan-momen-favorit-dari-you-who.html

Selasa, 03 Desember 2013

Peran Komunikasi dalam Berorganisasi

    Pengertian komunikasi yaitu suatu proses dimana seseorang atau beberapa kelompok menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan yang dapat dimengerti oleh masing-masing pihak agar tersalurkan pesan-pesan yang ingin disampaikan, melalui komunikasi juga sikap atau perasaan seseorang dapat dipahami oleh pihak lain. 
    Komunikasi di dalam berorganisasi sangatlah penting, bisa dikatakan bahwa komunikasi ialah hal yang paling utama dalam berorganisasi. Karena tanpa berkomunikasi, suatu organisasi tidak akan berjalan lancar dan akan berdampak negatif bagi organisasi itu sendiri. Dengan kata lain, pentingnya komunikasi dalam berorganisasi ialah agar seseorang dengan orang lainnya dapat bertukar informasi, gagasan, pikiran, pendapat dan rencana antara berbagai bagian organisasi.
   Komunikasi sangat erat kaitannya dengan kepemimpinan, disamping syarat seorang pemimpin yang harus berilmu, berwawasan luas, disiplin, adil, berani, jujur, ia juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi, seperti pepatah yang mengatakan bahwa kemampuan berkomunikasi akan menentukan berhasil tidaknya seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya. Setiap pemimpin pasti memiliki pengikut guna meralisir gagasannya dalam mencapai tujuan tertentu. Disinilah pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi seorang pemimpin, khususnya dalam usaha untuk mempengaruhi prilaku orang lain.
    Oleh karena itu, komunikasi dalam berorganisasi yang bertujuan mengajak orang lain untuk mengerti apa yang kita sampaikan dalam mencapai tujuan. Keterampilan berkomunikasi diperlukan dalam bekerja sama dengan orang lain, agar terciptanya kerja sama yang baik & dapat mencapai tujuan yang sesuai dengan harapan.